×
Makalah ini membahas tentang membaca surah-surah yang dibaca pada shalat witir pada shalat yang genap dan ganjil, yaitu surah al-A’la, al-Kafirun, dan al-Ikhlas.

    Imam Ahmad rahimahullah dan pengarang kitab-kitab sunan meriwayatkan dari Ubay bin Ka’ab radhiyallahu ‘anhu, bahwa Rasulullah shallallahu ‘alahi wa sallam membaca dalam shalat witir surah al-A’la, al-Kafirun dan al-Ikhlas.

    Abu Isa at-Tirmidzi rahimahullah berkata: Dan yang dipilih oleh mayoritas ulama dari para sahabat radhiyallahu ‘anhum dan ulama sesudah mereka bahwa dibaca (dalam shalat witir) surah al-A’la, surah al-Kafirun, dan surah al-Ikhlas. Dibaca satu surah di setiap rekaat.[1]

    Faedah: Imam Ahmad rahimahullah ditanya tentang seorang laki-laki yang meninggalkan shalat witir secara sengaja? Ia menjawab: Ini adalah laki-laki yang buruk, shalat witir adalah salah satu sunnah Rasulullah shallallahu ‘alahi wa sallam dan para sahabatnya radhiyallahu ‘anhum.

    [1] Jami’ at-Tirimidzi, bab bacaan dalam shalat Witir. Dan lihat: Syarhus Sunnah karya al-Baghawi 4/99.